Sabtu, 22 Januari 2011 | By: Cahaya Vigra

Kutipan Rindu

ia bukan bintang
tapi ia mampu tunjukan jalanku...
ia bukan udara...
tapi darinya aku mampu hidup...
ia bukan bulan...
tapi ia bersianar cemerlang dilangit yang kelam...
ia bukan matahari...
tapi ia mampu hangatkan hati...
ia bukan awan...
tapi ia teduhkan langkahku dan terus berjalan...
ia bukan batu karang...
tapi ia kuatkan jiwaku tuk terus berjuang...
ia bukan hujan...
tapi ia berikan kehidupan...
ia bukan langit...
tapi ia memiliki jiwa yang luas,,.

ia ajarkan aku hidup...
ia ajarkan aku tertawa...
ia ajarkan aku arti kesetiaan...
ia ajarkan aku melangkah...
ia ajarkan aku cinta...

meski dunia menganggapnya makhluk lemah...
tapi bagiku...
ia adalah bumi, ia adalah langit, ia adalah kehidupan...

sekutip kata dari jiwa...
semoga mampu wakilkan rindu...
meski tak seindah pengorbananmu...
hanya mampu berdoa disetiap sujudku...
semoga kau selalu dalam kasih Tuhanku...
Sekutip Rindu untuk ibu...
Senin, 10 Januari 2011 | By: Cahaya Vigra

Aku

Aku memang lemah kawan...
air mataku selalu mampu membobol pertahananku
hatiku mudah terluka kawan...
entah oleh lidah atau matamu
jiwaku terlalu penakut kawan...
takut untuk menatap kenyataan yang ada
ragaku tak berharga kawan...
selalu dilihat dengan sebelah mata
genggamanku tak selalu kuat kawan...
tapi aku tak pernah rela kehilanganmu

mungkin aku terlalu egois
mengharapkan duniaku sempura
meski yang kumiliki hanya luka
dan tak mudah menjadi sahabat bagiku
aku hanya ingin kau turuti kataku
tuk junjung tinggi janjiku
tapi tak kusangkan, aku lukaimu
jadikanmu sepertiku
yang tak pernah bisa kembali
hanya bisa menangisi diri
dengan semua kebodohan ini

sudahlah.. memang lebih baik seperti ini
kalian pergi dan biarkanku sendiri
meski gelap dan sepi menyelimuti
tapi aku nyaman disini
bersama bayang bayang driku yang lain..
Selasa, 26 Oktober 2010 | By: Cahaya Vigra

Waktu

Waktu memang musuhku...

tak pernahkah ia berpihak padaku?

cepat sekali ia berbalik

baru aku rasa bahagia sekejap mata

ia kembali pergi..

semua hanya masalah waktu

seandainya tak dalam waktu ini ia hadir

seandainya masih ada waktu untukku dengannya

seandainya dan seandainya yang lain

tentang waktu

semua tentang waktu yang tak punya belas kasihan

yang tak bisa melihat keadaan

semua tentang waktu

aku hanya bisa menyalahkan waktu

tanpa mampu behani hidupku

hidupku yang diduakan waktu

Jumat, 22 Oktober 2010 | By: Cahaya Vigra

Ishbir

Saat kau hampiriku
dengan mata teduhmu
aku tahu kawan,
ada sesuatu tersembunyi disana

Kau tahan mutiara itu jatuh dipipimu
tapi air mata bukanlah senjata terakhir seorang wanita
menangislah... karna aku tahu ada ketenangan dibalik itu
berteriaklah... jika luka itu terlalu dalam untuk disembuhkan

tapi setelah itu kawan...
Beristigfarlah...
Semua kan kembali seperti sedia kala
saat senyum masih menghiasi indah hari kita
saat Munajat kepadaNya tak terkotori prasangka
saat waktu yang ukir kembali langkah kita

aku tahu, tak banyak yang mampu ku lakukan
tuk sembuhkan lukamu
karna aku pun wanita yang terluka
hanya lukaku biar aku yang rasakan

satuhal yang harus kau tahu, kawan
tak selamanya luka meninggalkan duka
karna ada luka yang sisakan taqwa...
jika kita mampu temukan maknanya...

tetaplah malawan...
melawan kesedihanmu dan takdir pahitmu
karna kehidupan adalah perlawanan..
tak kan berhenti hingga kita mati
Kamis, 07 Oktober 2010 | By: Cahaya Vigra

masa lalu part : 2

Dalam sujudnya gadis itu mengharap ketenangan batin nya, mencari kesejukan dalam dekapan tuhannya, ia adukan semua kesesakannya. ya kesesakan karna tlah menyakiti hati seorang yang berharga baginya. yang setia menunggunya. tapi apa mau dikata. rasa itu mungkin memang aneh, disaat ia datang, kita mencoba menjauh bak rasa itu sebuah kutukan. tapi kala rasa itu pergi lukanya tak kunjung mengering.
Gadis itu sesak bukan karna perasaanya yang terluka karna laki laki yang pertama tak lagi memiliki perasaanya yang dulu. tapi lebih dari itu, ia telah membunuh rasa itu, rasa yang suci dari hati seorang yang sudah lama ia kenal. tapi ia pun sadar telah ada laki laki kedua yang mampu memalingkan semua perasaa yang awalnya untuk laki laki pertama. dia seorang laki laki tak begitu romantis, tapi sungguh ia mendapatkan hati gadis itu sepenuhnya entah apa sebabnya. mungkin itu yang orang bilang cinta tak mebutuhkan sejuta alasan, tapi hanya satu, karna dia adalah dirinya.
Laki laki ini mampu membuat gadis yang ceria berubah meradang, meradang karna rindu. muski saat ini jarak tak mampu ditaklukan dan malu akan tuhannya terus membentengi tatapan mata keduanya. Ia merasa amat dihargai sebagai seorang gadis baik baik.
Kini dihadapan Tuhannya gadis itu mengadu. apa yang hendak ia lakukan. membuhuh cinta laki laki pertama dengan berkata bahwa ia tlah menemukan tambatah hati selain dirinya, tau biar cinta itu bersemi, dan ketika takdir berkata lain, ia hanya kan membuat penderitaan laki laki pertama semakin pedih.

'Ah, biar Allah yang menjawab semua kegundahaan ini, Ia tahu apa yang terbaik untuk hambaNya' ujar hatinya meneguhkan.
Kamis, 15 Juli 2010 | By: Cahaya Vigra

Juli

Ternyata waktu dua bulan telah mampu membentuk pribadiku kembali seperti semula. dingin, benci dengan keramaian... apa ini hanya aku yang mecoba lari dari kehidupanku? menapaki dan merasakan setiap luka yang menembus jantungku. menyesapi aroma kesendirian, merajut kembalu hidupku dengan air mata. menjadi untaian sutra luka. ah... dunia ini begitu membingungkan... begitu pula diriku yang sampai saat ini pun tak mampu aku mengarti.
entah pada siapa aku bertanya, seperti apakan aku dan harus seperti apakah aku. aku hanya benci dengan semua kata kata omong kosong mereka tentang kehidupan. aku mungkin tertawa. tapi tawa hanya muka, sedang jiwa tetap merana... enath karna cinta kah, atau rindu kah, atau persahabankukah atau apalah yang mampu membuatku seperti ini. merasa kosong... merasa ada hal yang hilang dihidupku. dirinya kah, atau orang lain... sesuatu yang akupun tak mampu untuk menjawabnya. atau waktu yang tlah membawa jauh tawaku berssama memori memori indah yang tak mungkin mampu ku putar,,,
Mungkin Rembulan tahu apa itu. hanya saja aku bertanya pada bulan yang tak mamapu berkata. Seandainya jutaan pertanyaan membentuk bintang. bintangku tak kalah terang dari sekitarku. hanya bulan masih membisu menanggapi semua tanda tanya di hatiku.
Selasa, 29 Juni 2010 | By: Cahaya Vigra

Rembulan

Malam ini aku sendiri lagi, merangkai mimpi mimpi yang tak pasti... merenungi setiap kejadian dalam sehari... aku tak tahu kenapa aku selalu terjebak dalam situas seperti ini...dan hanya mampu bercerita kepada rembulan...
Wahai Bulan, pancaran cahayamu yang lembut, mampu menyinari gelapnya malam, kenapa aku, sang mentari tak mampu menunaikan amanah yang tersimpan dalam namaku sebagai mentari?
Wahai Bulan, seandainya aku menjadi bintang, aku ingin disampingmu, berbagi cahaya denganmu, berbagi kelembutan denganmu...
Wahai Bulan, seandainya engkau mampu bicara, katakan padaku apa arti dari kegundahanku, setiap malam aku duduk, memandangmu, mengagumimu, menceritakan semua yang ada di hatiku...
Wahai Bulan, dengan kelembutan cahayamu, sampaikan salam hangatku, tentang kasih dan rindu...
Wahai Bulan, apakah aku Mentari dan Ia Rembulan, hingga tak mungkin aku tuk bertemu dengannya,
Wahai Bulan, yang aku inginkan hanya melihat senyum lembutnya, selembut cahayamu...